30 Januari 2026

Kabar Anak adalah Informasi Keluarga Bahagia, Parenting, Cerita Ibu dan Cerita Ayah

Ketika Anak Belum Bicara, Tapi Dunia Sudah Terbuka

Ketika Anak Belum Bicara, Tapi Dunia Sudah Terbuka Sumber: Helios Klinikum Berlin-Buch | Pinterest

KabarAnak.com - Speech delay, atau keterlambatan bicara pada anak, sering membuat orang tua gelisah. Menurut Generasi Maju, ini adalah kondisi dimana kemampuan bicara anak berkembang lebih lambat dari usia seharusnya, misalnya balita yang belum mampu mengucapkan kata sederhana padahal teman seusianya sudah mulai menyusun kalimat.

Namun, keterlambatan bicara bukan sekadar angka atau label medis. Tetapi ia adalah kisah tentang bagaimana anak melihat dunia, bagaimana ia menyiapkan dirinya untuk belajar bahasa, dan bagaimana orang tua hadir sebagai pemandu jalan dalam petualangan unik itu.

Konsultasi umrah mudah lewat Baitullah.co.id.

Tips Mendampingi Anak dengan Speech Delay

Orang tua yang begitu mencintai anaknya tahu bahwa tugas mereka bukan hanya menunggu anak bicara, tetapi menciptakan ruang agar anak belajar berkomunikasi dengan cara mereka sendiri, perlahan dan penuh kasih. Berikut ada beberapa caranya:

1. Bicara Perlahan, dengan Intonasi yang Hangat 

Ketika menyebutkan satu kata, seperti “bola” atau “air”, ibu mengulangnya beberapa kali dengan nada lembut. Anak pun mulai merespon bukan dari tekanan, tapi karena suara itu terasa aman dan menyenangkan.

2. Gunakan Bahasa Tubuh & Ekspresi

Saat sang anak menunjuk gelas, ibunya ikut menunjuk sambil berkata, “Air.” Ini membantu keterkaitan antara kata dan objek menjadi lebih kuat, bukan sekadar mengejar kata, tetapi arti di baliknya.

3. Jadikan Aktivitas Sehari-hari Peluang Belajar

Waktu mandi, saat makan, bahkan jalan sore di halaman rumah menjadi “pelajaran” tanpa tekanan. Ibu sering berkata, “Ini sendok,” sambil menyuapkan makanan, ini memang hal yang sederhana tapi efektif.

4. Bermain Role-Play dan Lagu Ringan

Permainan yang melibatkan suara seperti lagu “Naik Delman” atau “Balonku” membuat anak mengasosiasikan kata dengan ritme dan kesenangan, yang kerap membuat otak lebih cepat merangkum pola bahasa.

5. Sabar Menunggu Jawaban Meski Sunyi

Jawaban dari si kecil tidak selalu datang sebagai kata. Kadang berupa anggukan, tatapan panjang, atau sekadar senyum saja. Hal seperti itu semua adalah respon yang harus dibaca dengan hati, bukan hanya telinga.

Baca ini juga: Bukan Magic Begini Cara Memori Anak Terbentuk

Bahasa Itu Bukan Sekadar Kata, Tapi Kehadiran

Anak yang mengalami speech delay mengajarkan sebuah nilai yang dalam kepada orang tuanya yaitu bahwasanya bicara bukan sekadar suara yang keluar dari mulut, melainkan hubungan yang tumbuh dari hadirnya kasih sayang. Bicara bisa lambat, kata bisa sedikit, tetapi kehadiran, perhatian, dan cinta bisa terasa tanpa batas.

Ketika orang tua memilih mendampingi dengan penuh kesabaran, melihat dunia dari sudut pandang anaknya, merasakan denyut kecil usahanya untuk bicara, dan memberi respon yang hangat, dunia anak tidak pernah menjadi sunyi. Ia hanya membutuhkan telinga yang mau mendengar, hati yang siap memahami, dan tangan yang selalu ada ketika ia perlu digandeng.s

img
Penulis

Nadya Siti

Ibu muda sekaligus penulis yang percaya setiap anak unik. Menulis tentang parenting, kesehatan anak, dan cerita keluarga untuk menginspirasi orang tua.