7 Faktor Penyebab Speech Delay pada Anak dan Gejalanya
- byLakek
- 03 Desember 2025
- 1 month ago
ilustrasi anak yang mengidap speech delay konsultasi ke dokter, sumber : google
KABARANAK – Speech delay adalah kondisi di mana anak mengalami keterlambatan dalam perkembangan kemampuan bicara dan komunikasi yang sesuai dengan usianya. Ini dapat mengakibatkan anak sulit dalam mengucapkan suara, membentuk kata-kata, dan mengungkapkan diri dengan jelas.
Gejala Speech Delay
Jika anak mengalami keterlambatan dalam berbahasa, mereka tidak akan mencapai kemampuan berbahasa pada usia yang biasa. Gejala khusus tergantung pada usia dan jenis keterlambatan bahasa anak. Berikut beberapa gejala umum speech delay:
- Tidak babbling (berceloteh) pada usia 15 bulan
- Tidak berbicara pada usia 2 tahun
- Ketidakmampuan untuk berbicara dalam kalimat pendek pada usia 3 tahun
- Kesulitan mengikuti instruksi
- Pengucapan atau artikulasi yang buruk
- Kesulitan menyusun kata-kata dalam sebuah kalimat
- Menghilangkan kata-kata dalam sebuah kalimat
Penyebab Speech Delay
Penyebab speech delay atau keterlambatan bicara bisa karena kurangnya interaksi verbal dan stimulasi bahasa saat bayi hingga menderita kondisi medis tertentu seperti gangguan pendengaran atau autisme. Anak yang mengalami speech delay biasanya menimbulkan gejala tidak berceloteh pada usia 15 bulan hingga usia 2 tahun.
Ada beberapa faktor penyebab speech delay, di antaranya:
1. Gangguan Pendengaran
Gangguan pendengaran dapat menjadi salah satu penyebab speech delay pada anak. Pendengaran yang buruk dengan cepat dapat menghambat kemampuan anak untuk mendengar dan memahami suara dan kata-kata. Bicara melibatkan kemampuan meniru suara dan memahami intonasi serta nuansa bahasa yang semuanya bergantung pada kemampuan mendengar. Anak dengan gangguan pendengaran mungkin kesulitan meniru bunyi-bunyi yang tepat dan mengenali perbedaan antara kata-kata yang terdengar mirip. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi gangguan pendengaran sejak dini dan memberikan intervensi yang sesuai, seperti alat bantu dengar atau terapi pendengaran.
2. Kondisi Medis Saat di Kandungan dan Baru Lahir
Faktor-faktor yang memengaruhi perkembangan otak dan sistem saraf anak saat di dalam kandungan atau saat baru lahir dapat memiliki dampak signifikan pada kemampuan bicara mereka. Kondisi seperti infeksi selama kehamilan, paparan zat beracun, atau komplikasi pada kelahiran dapat memengaruhi perkembangan otak dan sistem saraf. Hal ini dapat berdampak pada kemampuan berbicara dan bahasa anak. Penting bagi ibu hamil untuk menjalani perawatan prenatal dan menghindari faktor-faktor risiko yang dapat memengaruhi perkembangan bayi mereka.
3. Kurang Stimulasi
Lingkungan yang kurang stimulatif dapat menjadi penyebab speech delay. Interaksi sosial, pembicaraan, dan rangsangan lingkungan memainkan peran penting dalam pengembangan bahasa dan komunikasi. Anak-anak membutuhkan paparan terus-menerus terhadap suara, kata-kata, dan percakapan untuk belajar bagaimana berbicara dan berkomunikasi. Dalam lingkungan yang kurang merangsang, anak mungkin memiliki sedikit peluang untuk mendengar dan meniru kata-kata, kalimat, dan suara-suara yang mereka perlukan untuk mengembangkan keterampilan bicara. Oleh karena itu, sebagai cara untuk menstimulasi anak yang terlambat bicara, penting bagi orangtua untuk menciptakan lingkungan yang kaya akan interaksi komunikasi.
4. Masalah pada Struktur Mulut dan Fungsi Oromotor
Gangguan pada struktur mulut atau fungsi oromotor dapat memengaruhi cara anak membentuk dan menghasilkan suara. Misalnya, kelainan pada lidah, langit-langit, bibir, atau otot-otot wajah dapat mengganggu kemampuan anak untuk mengucapkan bunyi-bunyi tertentu. Ini dapat menghambat perkembangan suara dan kata-kata yang benar, serta membuat anak kesulitan dalam berbicara dengan jelas. Terapi fisik atau terapi wicara mungkin diperlukan untuk membantu anak mengatasi kendala fisik ini dan membangun keterampilan bicara yang tepat. Jenis masalah bicara seperti ini bisa muncul sendiri atau bersama dengan kesulitan oromotor lainnya. Misalnya, beberapa anak dengan keterlambatan bicara juga mengalami kesulitan makan.
5. Memiliki Riwayat Trauma Kepala, Kejang, dan Radang Otak
Cedera kepala, kejang, atau radang otak pada masa perkembangan yang kritis dapat berdampak pada fungsi otak yang berkaitan dengan penyebab speech delay. Misalnya, cedera kepala yang parah atau kejang berulang-ulang bisa mengganggu bagian otak yang bertanggung jawab atas pemrosesan bahasa. Ini dapat menyebabkan gangguan dalam memahami dan menggunakan kata-kata dengan benar. Pada kasus-kasus tertentu, anak mungkin mengalami perubahan dalam kemampuan bicara setelah mengalami trauma kepala atau masalah neurologis lainnya.
6. Masalah Neurologis
Masalah neurologis melibatkan gangguan pada fungsi sistem saraf dan otak. Gangguan seperti cerebral palsy, gangguan neuromuskular, atau epilepsi dapat mengganggu kontrol motorik dan komunikasi. Anak-anak yang mengalami gangguan neurologis mungkin kesulitan dalam mengendalikan otot-otot yang terlibat dalam proses bicara. Hal ini menyebabkan mereka mengalami kesulitan dalam mengucapkan suara dengan jelas dan membentuk kata-kata dengan benar. Namun, prognosis atau perkiraan perkembangan untuk anak-anak dengan kondisi ini sangat baik. Dengan terapi dan intervensi yang tepat, mereka biasanya dapat mencapai perkembangan bicara yang normal pada saat memasuki usia sekolah. Hal ini memberikan harapan besar bagi orang tua dan keluarga anak-anak yang mengalami gangguan neurologis.
7. Riwayat Keluarga
Penyebab speech delay selanjutnya adalah riwayat keluarga. Memiliki riwayat keluarga dengan gangguan bicara dan bahasa (bicara cadel, cadel, keterlambatan bicara, disleksia), terutama pada orang tua atau saudara kandung, meningkatkan kemungkinan anak mengalami speech delay.
Bagi orang tua yang baru mempunyai anak, mohon sangat diperhatikan terhadap perkembangan anak terutama dalam hal speech delay. selalu ajak anak berkomunikasi dalam berbagai hal kecil agar anak dapat menangkap dan mencerna komunikasi yang orang tua berikan sehingga tidak terjadi speech delay terhadap anak.
Lakek
Artikel Lainnya
6 Gaya Merangkak Bayi & Tips Agar Si Kecil Cepat Menguasainya
- 22 September 2025
- 4 months ago


