30 Januari 2026

Kabar Anak adalah Informasi Keluarga Bahagia, Parenting, Cerita Ibu dan Cerita Ayah

6 Cara Efektif Membantu Anak Mengurangi Kecanduan Gadget

6 Cara Efektif Membantu Anak Mengurangi Kecanduan Gadget Ilustrasi anak bermain hp,sumber foto : enimekspres.co.id

Kabaranak.com - Membiasakan anak untuk tidak terlalu bergantung pada gadget memang bukan hal yang mudah. Banyak orang tua menghadapi penolakan seperti menangis, marah, atau bahkan mogok makan ketika aturan baru diberlakukan. Namun, pembiasaan ini sangat penting karena penggunaan gadget berlebihan dapat memengaruhi tumbuh kembang anak.

Baca juga:Anak Malas Sekolah Setelah Liburan Panjang? Begini Cara Bangkitkan Semangatnya! - Kabar Anak

Walaupun gadget memiliki banyak manfaat seperti sebagai sarana hiburan, media belajar, hingga sumber kreativitas. penggunaan yang berlebihan bisa menimbulkan dampak negatif yang tidak bisa diabaikan.

Dampak Anak Terlalu Sering Main Gadget

Jika anak terlalu terpaku pada layar, mereka cenderung kurang bergerak, sulit fokus, dan menjadi tidak peduli dengan lingkungan sekitar. Pada beberapa kasus, anak bisa sampai melewatkan makan, enggan pergi ke sekolah, hingga marah besar ketika gadget diambil.

Selain itu, ada penelitian yang menunjukkan bahwa kebiasaan bermain gadget tanpa batas, ditambah pola hidup tidak sehat seperti ngemil berlebihan dan tidur larut, dapat meningkatkan risiko obesitas dan gangguan kesehatan lainnya di masa depan.

Agar hal ini tidak terjadi pada Si Kecil, Ayah dan Bunda bisa mencoba cara-cara berikut.

1. Orang Tua Jadi Teladan

Anak belajar dari apa yang ia lihat. Bila Ayah atau Bunda sering memegang gadget di depan anak, ia akan menganggap hal itu wajar. Maka, mulailah dengan membatasi penggunaan gadget untuk diri sendiri. Hindari bermain ponsel saat makan, sebelum tidur, atau ketika sedang bersama anak.

2. Tetapkan Batasan Waktu dan Lakukan Pengawasan

Tentukan jadwal bermain gadget, misalnya hanya 1–2 jam per hari. Buat aturan jelas bahwa gadget hanya boleh digunakan setelah meminta izin. Gunakan fitur kontrol orang tua agar Si Kecil tidak membuka konten yang tidak sesuai usia.

Untuk mencegahnya mencari gadget diam-diam, simpan gawai tersebut di tempat yang tidak mudah dijangkau anak.

3. Ciptakan Aktivitas Menyenangkan di Luar Gadget

Agar perhatian Si Kecil teralihkan, buat kegiatan alternatif yang menarik. Ajak ia berkegiatan fisik seperti bermain di taman, bersepeda, melakukan eksperimen sederhana di rumah, memasak bersama, atau menggambar.

Kegiatan sosial juga penting. Mengajak anak bermain dengan teman sebayanya bisa membantu ia memahami bahwa banyak aktivitas seru yang tidak melibatkan layar.

4. Buat Area Bebas Gadget di Rumah

Buat aturan bahwa gadget tidak boleh digunakan di ruang makan, ruang keluarga, atau kamar tidur. Dengan begitu, anak dan orang tua bisa lebih banyak berinteraksi tanpa gangguan layar.

5. Jelaskan Bahaya Penggunaan Gadget Berlebihan

Bicarakan dengan Si Kecil tentang dampak buruk bermain gadget terlalu lama, seperti mata lelah, tubuh mudah gemuk karena kurang bergerak, hingga bahaya internet. Sampaikan dengan bahasa yang sederhana agar anak mudah mengerti.

Tidak masalah membahas adanya risiko di dunia digital, asalkan orang tua juga memberi solusi, misalnya dengan selalu mendampingi anak ketika menggunakan gadget.

6. Sediakan Mainan Sesuai Usia

Berikan anak pilihan mainan yang merangsang kreativitas, seperti balok, puzzle, permainan profesi, buku mewarnai, atau alat musik mainan. Untuk anak yang lebih besar, pilih mainan yang sedikit lebih menantang agar ia tetap tertarik.

 

Mengurangi kecanduan gadget pada anak membutuhkan kerja sama seluruh anggota keluarga. Anak mungkin membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan aturan baru, jadi kesabaran orang tua sangat dibutuhkan. Jika anak tetap sulit lepas dari gadget atau mulai mengalami masalah fokus di sekolah, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog anak.

img
Penulis

Mutiara Sagita

Ibu muda sekaligus penulis yang percaya setiap anak unik. Menulis tentang parenting, kesehatan anak, dan cerita keluarga untuk menginspirasi orang tua.