5 Manfaat Membaca Bagi Anak, Meningkatkan Kecerdasan Emosi hingga Kognitif
- byFikri
- 06 November 2025
- 2 months ago
5 Manfaat Membaca Bagi Anak, Meningkatkan Kecerdasan Emosi hingga Kognitif, sumber: tentanganak.com
Kabaranak.com - Membaca bukan sekadar kegiatan pasif di mana anak hanya melihat huruf atau gambar—kegiatan ini menyimpan beragam manfaat penting untuk tumbuh-kembang anak bila dibiasakan sejak usia dini. Menurut Tentang Anak, kebiasaan membaca perlu diterapkan sedini mungkin karena dapat memaksimalkan perkembangan otak serta meningkatkan kecerdasan emosional anak.
1. Meningkatkan kreativitas
Salah satu manfaat utama adalah bahwa membaca memperkenalkan anak pada dunia yang lebih luas dari realitas sehari-hari. Buku bisa mengenalkan hewan, dinosaurus, kendaraan, bahkan dunia fantasi yang memungkinkan anak berpikir “out of the box”.
Saat anak membaca, mereka mengimajinasikan adegan, tokoh, dan situasi baru—ini melatih imajinasi dan kreativitas anak serta mendukung kesehatan emosionalnya.
2. Memperluas pengetahuan bahasa
Membaca secara rutin juga sangat efektif dalam memperkaya kosakata anak. Sebagai contohnya, penelitian yang dikutip oleh Tentang Anak menunjukkan bahwa anak yang dibiasakan membaca selama lima tahun hingga usia taman kanak-kanak telah mengetahui lebih dari 1,4 juta kata dibandingkan anak yang tidak membaca.
Dengan memiliki sejumlah besar kosa kata dan pemahaman bahasa, anak menjadi lebih mudah dalam menyampaikan pikiran dan perasaan mereka.
Baca juga: Peran Penting Orang Tua, 100 Hari Anak di Sekolah
3. Melatih konsentrasi
Di era gadget, video game dan banyak sumber distraksi lainnya, anak sering kesulitan mempertahankan fokus. Membaca adalah sebuah kegiatan yang membantu anak memusatkan perhatian: membaca tiap kata, memahami alur cerita dan gambar, lalu memikirkan maknanya.
Dengan demikian, membaca turut melatih kemampuan berkonsentrasi yang tentunya bermanfaat untuk kegiatan belajar dan aspek kehidupan lainnya.
4. Meningkatkan kemampuan komunikasi
Karena membaca memperluas bahasa dan kosakata, efek lanjutannya adalah kemampuan komunikasi anak yang makin baik. Membacakan buku secara rutin membantu anak mendengarkan, menangkap makna, dan memahami interaksi antar karakter dalam cerita.
Selain itu, jika buku mengambil latar budaya atau karakter dari berbagai negara, anak juga akan mendapatkan wawasan yang lebih luas tentang cara berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain di berbagai latar.
5. Mempererat hubungan dengan orang tua
Manfaat terakhir yang tak kalah penting adalah aspek hubungan emosional anak dengan orang tua atau pengasuh. Saat orang tua membacakan buku kepada anak, kegiatan ini menjadi momen kebersamaan—anak merasa diperhatikan, dekat dengan orang tua, dan memiliki ruang untuk berbagi.
Untuk bayi, meskipun belum memahami cerita secara penuh, suara orang tua tetap menjadi stimulasi yang penting dan membangun ikatan emosional yang intim.
Cara membacakan buku sesuai usia
Untuk memaksimalkan manfaat membaca, Tentang Anak juga memberikan panduan usia demi usia:
- Usia 0-1 tahun: Mulailah dengan membacakan buku berwarna atau bergambar sambil menggunakan suara dan nada yang bervariasi.
- Usia 1-2 tahun: Ajak anak menunjuk gambar, membolak-balik halaman, dan mulai tunjukkan kosakata sederhana.
- Usia 2-3 tahun: Anak mulai mampu diajak diskusi sederhana; orang tua bisa menjelaskan adegan atau kosakata baru.
- Usia 3-4 tahun: Anak mulai memiliki pendapat sendiri terhadap cerita; ajak mereka berbicara tentang tokoh dan alur cerita.
- Usia 4-5 tahun: Anak bisa diminta menceritakan kembali isi buku dan diajak berdiskusi lebih dalam tentang makna atau kosakata baru; bahkan bisa didorong untuk mulai menggambar atau mengarang cerita sendiri.
Penutup
Dengan membiasakan kegiatan membaca sejak sedini mungkin, orang tua dan pengasuh membuka kesempatan bagi anak untuk berkembang secara optimal: dari kreativitas, bahasa, konsentrasi, komunikasi hingga kedekatan emosional. Pilihlah buku yang menarik—bergambar, berwarna, sesuai usia anak—dan jadikan membaca sebagai momen rutin yang menyenangkan bersama anak. Seiring waktu, kebiasaan ini akan membentuk fondasi kuat untuk kemampuan literasi, empati dan kecintaan anak terhadap dunia membaca. Semoga dengan artikel ini, kita semua semakin termotivasi untuk membaca bersama anak-anak dan memperkaya perjalanan tumbuh-kembang mereka.
Mau umroh murah? Cek paketnya di Baitullah - Platform Ibadah Haji dan Umroh
Fikri
Content writer parenting yang menghadirkan berita, artikel, dan tips seputar anak, keluarga, serta pola asuh. Menulis dengan gaya informatif dan mudah dipahami.”
Artikel Lainnya
5 Olahraga Seru untuk Anak yang Menstimulasi Tumbuh Kembang dengan Maksimal!
- 13 Oktober 2025
- 3 months ago
Parenting Education sebagai Solusi dalam Pembentukan Karakter Anak
- 17 Oktober 2025
- 3 months ago
Peran Orang Tua sebagai Pondasi Pendidikan Anak: Kunci untuk Masa Depan yang Lebih Baik
- 16 September 2025
- 4 months ago


