ilustrasi orang tua sedang berkomunikasi dengan anak, sumber : google
KABARANAK – Si buah hati kini telah memasuki usia 6 tahun, berarti ia memasuki kelompok usia baru yaitu anak usia sekolah dan sudah melewati usia balita. Begitu banyak perubahan yang ia alami pada usia ini, pada usia ini, menjadi mandiri merupakan hal yang penting, tapi ia tetap ingin bunda perhatikan agar ia merasa aman dan nyaman menjalani segala perubahan. Fase perkembangan anak usia 6 tahun sangat menarik. Bunda tentu ingin ada untuknya dan memberi segala dukungan dan kasih sayang.
Dalam perkembangan anak, para ahli biasanya mendarkan pada empat aspek utama perkembangan,yaitu motorik-fisik, kognitif, komunikasi-bahasa, dan sosial-emosional. Sering kali salah satu aspek mengalami perkembangan yang dominan sehingga hanya aspek itulah yang mengalami perubahan. Padalah sebenarnya semua aspek terus berubah hanya saja tak terlalu terlihat.
Berikut fase perkembangan anak usia 6 tahun jika dilihat dari empat aspek utama ini :
Perkembangan Motorik-Fisik
Pada usia ini, si buah hati sedang senang-senangnya mencoba dan melakukan berbagai Gerakan yang menantang, mulai dari meloncat, berlari zig-zag, salto, dan lainya. Perkembangan motorik halusnya sudah sangat baik, terbukti ia sudah bisa menyikat gigi dengan benar, menalikan sepatu, dan sudah bisa menulis namanya sendiri. Ia juga mulai memadukan kedua perkembangan motorik anak usia 6 tahun ini saat melakukan aktifitas, misalnya bermain tangkap bola atau bermain lombat tali.
Perkembangan Sosial-Emosional
Aspek perkembangan ini mengalami perubahan besar saat si buah hati memasuki usia 6 tahun, karena ia sudah masuk sekolah. Ia mulai belajar untuk mandiri dan menjadi bagian dari Masyarakat, tapi merasa cemas karena mulai berpisah dari orang tuanya. Ia ingin diterima oleh kelompoknya, dalam hal ini teman-teman seumurnya di sekolah, karena itu ia belajar untuk berbagi dan bekerja sama. Ia tak lagi egois dan fokus pada dirinya sendiri tapi mulai memperhatikan orang lain dalam bentuk kepedulian dan empati.
Walaupun ingin mandiri, tapi si buah hati masih kesulitan dalam mengatur emosinya. Ia mungkin tidak lagi mudah ngambek dan tantrum seperti sebelumnya, tapi aka ada saat-saat ia sedih dan kecewa, misalnya saat kalah dalam perlombaan. Ia juga menjadi sangat kritis terhadap dirinya sendiri dan mudah malu jika mendapat penilaian/pandangan dari orang lain tentang dirinya.
Perkembangan Kognitif
Dalam fase perkembangan anak usia 6 tahun, ia akan banyak sekali befikir karena mulai memahami ide-ide yang kompleks. Ia mulai paham konsep sebab-akibat, perbedaan imajinasi dan realita, serta masa lalu dan masa sekarang. Ia akan banyak bertanya untuk memahami rasa ingin tahu. Bunda harus Bersiap-siap mendapat pertanyaan yang unik dan kompleks karena hal ini merupakan cara ia memahami dunianya.
Daya ingat dan rentang perhatiannya semakin bertambah, begitu juga dengan keinginannya untuk bisa mengontrol sesuatu yang ia inginkan. Ia sudah memahami konsep dasar angka, matematika, dan Bahasa.
Perkembangan Komunikasi-bahasa
Mengobrol dengan si buah hati menjadi kegiatan yang menarik karena pada tahap awal perkembangan bahasa anak usia 6-12 tahun, ia sedang belajar menyampaikan pemikiran, perasaan, dan pengalamannya lewat kata-kata. Pada usia ini, pengucapan kata-katanya sudah baik dan dimengerti oleh orang dewasa, strukturnya juga rapi, sehingga sudah bisa terlibat dalam obrolan. Perkembangan lainya adalah ia sudah bisa membaca sendiri buku untuk anak seumurannya dan memceritakan kembali sesuatu yang sudah ia baca atau tonton di televisi.
Mengenali perkembangan anak usia 6 tahun adalah hal yang sangat penting untuk orang tua dalam memahami dan proses perkembangan anak. Dalam usia ini anak tidak ingin di anggap seperti anak kecil lagi yang selalu di spesialkan. Dia ingin melakukan segala sesuatunya sendiri dan ingin di anggap dewasa. Untuk untuk itu, orang tua hanya mengawasi dan memahami apa yang anak lakukan dan inginkan agar tidak salah melangkah dan terjerumus ke dalam pergaulan yang kurang baik di lingkungan sekitar.
Tags:
Lakek
Seorang penulis yang lahir tidak sengaja. dan hadir ke dunia tanpa rencana dan tanpa persiapan dari siapa pun, namun keberadaannya tetap memiliki arti, nilai, dan tujuan yang tidak ditentukan oleh bagaimana ia dilahirkan, melainkan oleh bagaimana ia menjalani hidup, bertumbuh, dan memberi makna bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
Artikel Lainnya
7 Cara Memperbaiki Pola Tidur yang Berantakan Agar Lebih Nyenyak
- 24 Desember 2025
- 1 month ago
Si Kecil Sering Mengisap Jempol? Begini Cara Aman Menghentikannya
- 31 Oktober 2025
- 2 months ago


