Saat Interpersonal & Intrapersonal Anak Mulai Bersinar
- byNadya Siti
- 08 Desember 2025
- 1 month ago
Ilustrasi orang tua yang berperan dalam mendukung tumbuh kembang anak, sumber: Pinterest | PZ
KabarAnak.com - Ada momen ketika seorang anak duduk diam di sudut rumah, merapikan pensil-pensil warnanya dengan rapi. Di momen lain, ia terlihat sibuk bercakap dengan teman sebayanya, mengatur giliran bermain sambil tersenyum lebar. Dua sisi yang begitu berbeda, namun sama pentingnya tampak tumbuh bersamaan, bagaimana ia mengenali dirinya, dan bagaimana ia memahami orang lain.
Di sanalah dunia parenting menjadi panggung utama. Orang tua bukan hanya penjaga, tetapi hadir sebagai pendamping untuk membaca isyarat kecil, membantu anak memahami emosi, dan membuka jalan agar kecerdasan interpersonal maupun intrapersonal bisa berkembang tanpa tekanan.
Klik untuk melihat promo umrah aktif bulan ini.
Ketika Anak Belajar Memahami Diri Sendiri
Kecerdasan intrapersonal pada anak terlihat dari bagaimana ia merespon dunia dalam dirinya seperti apa yang ia rasakan, apa yang ia inginkan, apa yang membuatnya takut atau bahagia. Sering kali cirinya tampak sederhana, seperti anak yang suka menyendiri untuk menenangkan pikiran, atau yang bisa mengungkapkan perasaan dengan jujur meskipun terbata-bata.
Di sinilah kehadiran orang tua tak tergantikan. Bukan hanya dengan bertanya “kenapa kamu sedih?”, tetapi juga dengan duduk bersebelahan, mengusap kepala, dan memberi ruang bagi anak untuk mengenali emosinya tanpa dihakimi. Sentuhan lembut, suara yang pelan, dan tatapan yang mendengarkan adalah bentuk komunikasi yang tak kalah kuat dari kata-kata.
Saat Anak Mulai Membaca Dunia di Sekelilingnya
Berbeda halnya dengan kecerdasan interpersonal, kemampuan yang membuat anak peka terhadap teman, mampu bekerja sama, atau membaca suasana. Anak yang memiliki kecerdasan ini biasanya terlihat ramah, mudah beradaptasi, dan mampu memahami perasaan orang lain.
Namun kemampuan ini tidak tumbuh begitu saja, keteladanan orang tua sangat berperan besar. Cara orang tua menyapa tetangga, meredakan konflik keluarga, atau menunjukkan empati saat mendengar cerita anak, semuanya menjadi contoh nyata bagi mereka. Anak belajar lewat penglihatan bagaimana ayah berhenti bekerja sejenak hanya untuk mendengarkan cerita sekolah, atau bagaimana ibu menyelipkan kata-kata lembut saat mengingatkan sesuatu.
Kehadiran emosional orang tua adalah “guru” pertama tentang bagaimana manusia seharusnya saling memperlakukan.
Baca ini juga: Antara Layar dan Pelukan: Parenting Di Zaman Serba Digital
Dua Kecerdasan, Satu Perjalanan Parenting
Ada anak yang lebih introvert seperti duduk tenang, suka merenung.
Ada anak yang lebih ekstrovert seperti ceria dan suka berbagi cerita.
Tak ada yang lebih baik, tak ada yang lebih buruk.
Yang ada hanyalah kebutuhan mereka untuk didampingi sesuai gaya belajarnya.
Orang tua dapat membantu mengasah keduanya:
-
Mengajak anak berbagi perasaan agar ia memahami isi dirinya.
-
Melatih anak bekerja sama agar ia mengerti dunia di luar dirinya.
-
Memberi ruang dan waktu ketika ia butuh menyendiri.
-
Memberi dukungan ketika ia ingin mencoba tantangan sosial baru.
Dengan pendampingan yang hangat, dua kecerdasan ini dengan tumbuh seimbang, anak menjadi manusia yang tahu cara mencintai dirinya, sekaligus peka terhadap orang lain.
Tumbuh Bersama, Bukan Hanya Membesarkan
Pada akhirnya, parenting bukan soal memastikan anak selalu benar atau selalu baik. Parenting adalah perjalanan panjang untuk hadir dengan sabar, dengan empati, dan dengan hati yang terbuka. Setiap anak memiliki ritme tumbuhnya sendiri. Dan tugas orang tua adalah menemani ritme itu, bukan memaksa sesuai irama yang kita inginkan.
Karena pada momen-momen kecil itu entah tawa di ruang keluarga atau obrolan sebelum tidur, di situlah kecerdasan interpersonal dan intrapersonal menemukan tempat terbaiknya untuk tumbuh.
Nadya Siti
Ibu muda sekaligus penulis yang percaya setiap anak unik. Menulis tentang parenting, kesehatan anak, dan cerita keluarga untuk menginspirasi orang tua.
Artikel Lainnya
10 Cara Meningkatkan Percaya Diri Anak agar Berani di Sekolah
- 28 November 2025
- 2 months ago
Perkembangan Bayi 7 Bulan dan Tanda Bayi Sehat yang Perlu Bunda Ketahui
- 03 September 2025
- 4 months ago


