30 Januari 2026

Kabar Anak adalah Informasi Keluarga Bahagia, Parenting, Cerita Ibu dan Cerita Ayah

Mengapa Anak Harus Belajar Minta Maaf? Ini Penjelasan dan Caranya

Mengapa Anak Harus Belajar Minta Maaf? Ini Penjelasan dan Caranya Sumber: Freepik

Kabaranak- Mengajari anak untuk meminta maaf adalah salah satu bagian penting dalam proses pengasuhan. Hal ini bukan hanya soal tata krama, tetapi juga membentuk sikap saling menghormati dan menghargai orang lain. Ketika anak melakukan kesalahan, orang tua perlu mengarahkan, menjelaskan letak kesalahannya, dan membimbingnya untuk mengucapkan maaf.

Lalu, bagaimana cara mengajarkan anak untuk minta maaf yang benar? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi Anak Sejak Dini

 

Mengapa Mengajari Anak Minta Maaf Itu Penting?

Dalam kehidupan sehari-hari, anak-anak harus belajar tentang sopan santun dan cara berinteraksi yang baik dengan orang lain. Salah satunya melalui kebiasaan meminta maaf ketika mereka berbuat salah. Berikut beberapa alasan pentingnya mengajari anak mengucapkan maaf. 

1. Membantu Anak Menyadari Kesalahannya

Anak kecil belum sepenuhnya memahami perbedaan antara perilaku baik dan buruk.
Tugas orang tua yang menunjukkan batasan tersebut. Dengan membiasakan anak meminta maaf saat melakukan kesalahan, ia belajar bahwa tindakannya kurang tepat.

 2. Menjadikan Kesalahan sebagai Pembelajaran

Ketika anak melakukan tindakan yang merugikan orang lain misalnya merebut mainan orang tua perlu menjelaskan mengapa hal itu tidak boleh dilakukan. Mengarahkan anak untuk minta maaf menjadi bagian dari proses belajar agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

3. Cara Memperbaiki Kesalahan yang Sudah Terjadi

Kesalahan adalah bagian dari proses tumbuh kembang anak. Namun, anak tetap harus diajarkan cara bertanggung jawab.
Dengan meminta maaf, mereka belajar memperbaiki kesalahan dan menghormati perasaan orang lain.

4. Membangun Rasa Empati

Sejak usia prasekolah (3 tahun ke atas), anak perlu diperkenalkan dengan empati.
Mengucapkan maaf membantu anak memahami bahwa perbuatan mereka bisa melukai perasaan orang lain.
Hindari pembenaran seperti “namanya juga anak-anak” karena dapat membuat anak tumbuh menjadi pribadi yang egois. 

5. Melatih Kecerdasan Emosional dan Sosial

Menurut berbagai penelitian, kecerdasan emosional sangat berpengaruh pada masa depan anak.
Dengan membiasakan meminta maaf, anak akan belajar:

  • mengenali emosi,
  • mengendalikan diri,
  • bertanggung jawab,
  • serta memahami perasaan orang lain.

Ini menjadi modal penting dalam bersosialisasi.

 

Bagaimana Cara Mengajari Anak untuk Minta Maaf?

Mengajarkan sopan santun pada anak membutuhkan waktu dan kesabaran. Berikut beberapa tips yang bisa orang tua terapkan: 

1. Ajak Anak Membayangkan Posisi Orang Lain

Saat anak membuat temannya kesal, ajak ia membayangkan bagaimana rasanya bila ia diperlakukan serupa.
Contohnya:

“Kalau mainan Adek direbut teman, Adek pasti tidak suka, kan?”

Cara ini membantu anak memahami dampak perbuatannya.

2. Ajari Anak Menggunakan Kata-Kata Sopan

Selain meminta maaf, anak juga perlu belajar ucapan sopan lain seperti “tolong”, “permisi”, dan “terima kasih”.
Ini membentuk karakter yang ramah dan beradab.

3. Hindari Terlalu Banyak Memaklumi Anak

Anak memang masih belajar, tetapi bukan berarti semua perilaku buruk boleh dimaafkan. Jika terlalu sering dimaklumi, anak bisa menjadi egois dan merasa benar sendiri. 

4. Beri Pujian Saat Anak Mau Meminta Maaf

Ketika anak berani mengakui kesalahannya dan meminta maaf, berikan apresiasi.
Pujian membuat anak merasa dihargai dan termotivasi untuk mengulangi perilaku baik tersebut.

5. Jelaskan Alasan Mengapa Ia Perlu Meminta Maaf

Beberapa anak mungkin bersikeras bahwa mereka benar. Di sinilah peran orang tua untuk memberikan penjelasan logis.
Misalnya, jika ia memukul teman karena kesal, jelaskan bahwa marah itu wajar, tetapi memukul bukan solusi.

6. Gunakan Cerita untuk Mengajarkan Sikap Baik

Cerita sebelum tidur bisa menjadi media yang efektif. Pilih cerita tentang sopan santun atau minta maaf. Ketika suatu hari anak berbuat salah, ingatkan ia akan cerita tersebut.

7. Jadilah Teladan bagi Anak

Anak adalah peniru ulung.
Jika orang tua membiasakan diri meminta maaf ketika salah, anak akan lebih mudah mencontoh perilaku tersebut.
Tunjukkan bahwa meminta maaf adalah hal yang wajar dan dilakukan oleh siapa saja.

 

Penutup

Mengajari anak untuk minta maaf bukan hanya soal tata krama, tetapi juga tentang membentuk karakter, empati, dan kecerdasan emosional. Dengan memberikan contoh yang baik dan membimbingnya dengan sabar, anak akan tumbuh menjadi pribadi yang menghargai orang lain.

img
Penulis

Salsa

Ibu muda sekaligus penulis yang percaya setiap anak unik. Menulis tentang parenting, kesehatan anak, dan cerita keluarga untuk menginspirasi orang tua.