30 Januari 2026

Kabar Anak adalah Informasi Keluarga Bahagia, Parenting, Cerita Ibu dan Cerita Ayah

Si Kecil Sering Mengisap Jempol? Begini Cara Aman Menghentikannya

Si Kecil Sering Mengisap Jempol? Begini Cara Aman Menghentikannya Ilustrasi bayi menghisap jari, sumber kompasiana.com

Kabaranak.com- Mengisap jempol adalah kebiasaan alami yang umum dilakukan oleh sebagian besar bayi. Bahkan, banyak bayi sudah mulai mengisap jempolnya sejak masih berada di dalam kandungan. Kebiasaan ini merupakan cara alami bagi bayi untuk menenangkan diri, merasa aman, dan meredakan stres.

Namun, jika terus berlanjut hingga usia tertentu, kebiasaan ini bisa berdampak pada pertumbuhan gigi dan rahang anak. Yuk, pahami lebih lanjut tentang penyebab, dampak, dan cara mengatasi kebiasaan bayi mengisap jempol berikut ini.

Baca juga : Pertolongan Pertama Saat Bayi Jatuh dari Tempat Tidur dan Cara Mencegahnya - Kabar Anak

Kenapa Bayi Suka Mengisap Jempol?

Pada dasarnya, mengisap jempol adalah hal yang normal bagi bayi. Biasanya, bayi mulai melakukannya sejak usia kehamilan sekitar 29 minggu. Aktivitas ini membantu mereka merasa tenang dan mengurangi rasa cemas atau tidak nyaman.

Umumnya, kebiasaan ini akan berhenti dengan sendirinya seiring pertambahan usia, biasanya sekitar usia 4 tahun. Namun, jika kebiasaan mengisap jempol masih berlanjut setelah usia tersebut, orang tua perlu membantu anak menghentikannya agar tidak menimbulkan masalah pada gigi dan mulut.

Apakah Bayi Boleh Mengisap Jempol?

Sebenarnya, kebiasaan mengisap jempol tidak berbahaya pada awalnya. Namun, jika berlangsung terlalu lama, hal ini bisa memengaruhi pertumbuhan gigi dan rahang anak. Oleh karena itu, meski memberikan rasa nyaman bagi bayi, sebaiknya kebiasaan ini dikurangi dan tidak dibiarkan terlalu lama.

Dampak Negatif Bayi Mengisap Jempol

Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan mengisap jempol dapat menimbulkan beberapa efek negatif bagi kesehatan gigi dan mulut anak, di antaranya:

  1. Gigi Depan Tidak Rata
    Tekanan berulang dari jempol dapat menyebabkan rahang atas menyempit, membuat gigi bagian atas tidak rata, bahkan memengaruhi bentuk wajah anak.

  2. Cadel
    Pertumbuhan gigi depan yang tidak sejajar bisa mengubah posisi rahang dan membuat anak terdengar cadel saat berbicara, terutama saat menyebut huruf seperti d, t, dan s.

  3. Gigi Tonggos
    Dorongan terus-menerus pada gigi depan dapat membuatnya tumbuh ke arah depan, sehingga anak berisiko memiliki gigi tonggos ketika gigi permanennya mulai tumbuh.

  4. Cheilitis Angular (Bibir Pecah dan Luka di Sudut Mulut)
    Mengisap jempol terlalu sering dapat membuat sudut bibir kering, pecah, dan mudah terinfeksi, menimbulkan rasa tidak nyaman bagi anak.

  5. Paronikia (Cantengan)
    Tekanan pada kuku akibat isapan jempol terus-menerus bisa menyebabkan infeksi di sekitar kuku atau cantengan.

  6. Crossbite (Gigitan Silang)
    Kebiasaan ini dapat menyebabkan susunan gigi atas dan bawah tidak sejajar, sehingga menggigit makanan menjadi tidak nyaman.

  7. Kalus pada Jempol
    Gesekan berulang antara lidah dan jempol bisa membuat kulit jempol menebal atau mengeras, menimbulkan rasa nyeri.

Cara Menghentikan Kebiasaan Bayi Mengisap Jempol

Peran orang tua sangat penting dalam membantu anak menghentikan kebiasaan ini. Berikut beberapa cara yang bisa dicoba:

  1. Cari Tahu Penyebabnya
    Perhatikan kapan bayi biasanya mengisap jempol. Jika saat merasa cemas atau takut, berikan pelukan dan perhatian lebih agar ia merasa aman. Bila karena bosan, ajak bermain atau berinteraksi. Jika karena lapar, pastikan jadwal menyusui atau makan sudah cukup teratur.

  2. Berikan Pujian atau Hadiah
    Hindari memarahi anak. Sebaliknya, beri pujian atau hadiah kecil saat ia berhasil tidak mengisap jempol. Pendekatan positif lebih efektif untuk mengubah kebiasaan anak.

  3. Alihkan Perhatiannya
    Saat bayi mulai terlihat ingin mengisap jempol, segera alihkan dengan aktivitas menarik seperti bermain, bernyanyi, atau mengajaknya berbicara.

Kini, Anda sudah tahu bahwa meski mengisap jempol adalah hal yang wajar pada bayi, kebiasaan ini tetap perlu diawasi agar tidak berdampak negatif pada kesehatan gigi dan mulut di masa depan. Dengan bimbingan yang lembut dan konsisten, anak akan lebih mudah menghentikan kebiasaan ini.

 

Umroh Ramadhan mulai 34 juta-an di Baitullah - Platform Ibadah Haji dan Umroh

img
Penulis

Mutiara Sagita

Ibu muda sekaligus penulis yang percaya setiap anak unik. Menulis tentang parenting, kesehatan anak, dan cerita keluarga untuk menginspirasi orang tua.