30 Januari 2026

Kabar Anak adalah Informasi Keluarga Bahagia, Parenting, Cerita Ibu dan Cerita Ayah

Cerita Menjelang Mimpi: Layangan di Langit Senja

Cerita Menjelang Mimpi: Layangan di Langit Senja Ilustrasi Raka sedang menerbangkan layangannya, foto: Freepik

KABARNAK - Di sebuah desa yang tenang, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Raka. Usianya baru 9 tahun, tetapi ia memiliki satu impian sederhana yang selalu ia bayangkan setiap sore ia ingin menerbangkan layangan buatan tangannya sendiri.

Setiap pulang sekolah, Raka duduk di teras rumah sambil memandangi langit, “Aku ingin membuat layangan yang bisa terbang paling tinggi,” gumamnya pelan.

Namun, membuat layangan tidaklah mudah. Raka membutuhkan kertas, bambu tipis, dan benang. Ia tahu orang tuanya tidak selalu bisa membelikannya mainan. “Aku harus berusaha sendiri,” pikir Raka.

Raka mulai mengumpulkan barang-barang tersebut. Ia menyimpan sisa uang jajannya, mengumpulkan bambu kecil di kebun belakang, dan meminta kertas bekas yang masih bagus dari tetangganya.
“Boleh aku pakai kertas ini?” tanya Raka sopan.
“Tentu, asal kamu rajin dan hati-hati,” jawab tetangganya sambil tersenyum.

Suatu sore, teman-temannya datang membawa layangan baru yang berwarna-warni.
“Raka, ayo main! Layangan kami bagus sekali,” kata mereka.

Raka melihat layangan itu dengan mata berbinar. Ia ingin sekali ikut bermain, tetapi layangannya belum selesai.
“Kalian main dulu ya. Aku mau menyelesaikan layanganku,” jawab Raka.

Malam hari, Raka duduk di kamar ditemani lampu kecil. Tangannya sibuk mengikat benang, menempel kertas, dan memperbaiki bagian yang robek.
“Pelan-pelan saja, yang penting rapi,” katanya pada dirinya sendiri.

Beberapa kali layangannya rusak. Benangnya putus, bambunya bengkok.
Raka hampir menyerah.
“Kenapa susah sekali?” keluhnya.

Lalu ia teringat pesan ibunya,
“Kalau ingin berhasil, jangan cepat menyerah. Coba lagi dengan sabar.”

Keesokan harinya, dengan penuh semangat, Raka memperbaiki layangannya. Akhirnya, layangan itu selesai. Warnanya sederhana, tapi dibuat dengan sepenuh hati.

Sore itu, Raka berlari ke lapangan. Angin berhembus pelan. Ia menarik benang perlahan.
“Terbanglah…” bisiknya.

Dan layangan itu pun naik… semakin tinggi… semakin tinggi… hingga menari di langit senja.
“Wah, layanganmu hebat, Raka!” seru teman-temannya kagum.

Raka tersenyum lebar. Dadanya terasa hangat.
“Aku berhasil karena tidak menyerah,” katanya bangga.

Malamnya, sebelum tidur, Raka menatap langit dari jendela kamarnya dan berkata pelan,
“Hari ini aku belajar bahwa usaha kecil bisa membuat hal besar terbang tinggi.”

Raka pun terlelap dengan mimpi indah, membayangkan layangannya terbang bebas di langit biru yang luas.

Dari pengalaman Raka, kita bisa belajar 3 hal penting:

  1. Berusaha dengan Apa yang Ada
    Tidak harus mahal, yang penting mau mencoba dan kreatif.
  2. Sabar dan Tidak Mudah Menyerah
    Kegagalan adalah bagian dari belajar.
  3. Percaya Diri pada Hasil Usaha Sendiri
    Hasil buatan sendiri punya nilai yang sangat berharga.

img
Penulis

Abidin

Content writer parenting yang menghadirkan berita, artikel, dan tips seputar anak, keluarga, serta pola asuh. Menulis dengan gaya informatif dan mudah dipahami.”