30 Januari 2026

Kabar Anak adalah Informasi Keluarga Bahagia, Parenting, Cerita Ibu dan Cerita Ayah

Ketika Anak Mulai Menutup Diri: Sinyal yang Sering Diabaikan Orang Tua

Ketika Anak Mulai Menutup Diri: Sinyal yang Sering Diabaikan Orang Tua Ketika Anak Mulai Menutup Diri: Sinyal yang Sering Diabaikan Orang Tua. Sumber: Pinterest.com

Kabaranak.com - Ada masa di mana anak yang dulu cerewet dan penuh cerita tiba-tiba menjadi pendiam. Ia lebih sering mengurung diri di kamar, menjawab pendek kalau diajak bicara, atau bahkan tampak acuh terhadap hal-hal yang dulu membuatnya bersemangat. Banyak orang tua berpikir itu hanya “fase remaja”, padahal bisa jadi itu adalah tanda bahwa anak sedang berjuang menghadapi sesuatu sendirian.

Perubahan sikap seperti ini sering muncul pelan-pelan. Di awal, orang tua mungkin hanya melihat anak yang “malas ngobrol”. Namun seiring waktu, jarak emosional antara orang tua dan anak semakin lebar. Anak mungkin merasa tidak dimengerti, sementara orang tua merasa tidak dihargai. Padahal, keduanya sama-sama ingin dipahami.

Salah satu hal yang paling penting dalam menghadapi situasi seperti ini adalah menahan diri untuk tidak langsung menghakimi. Anak yang diam bukan berarti membangkang. Bisa jadi ia sedang mencari cara untuk memahami perasaannya sendiri. Di saat seperti ini, kehadiran orang tua yang tenang dan mau mendengarkan jauh lebih berharga daripada nasihat panjang lebar.

Cobalah mulai dengan hal sederhana. Misalnya, ajak anak makan bersama tanpa menyinggung masalah apa pun. Biarkan percakapan mengalir dari hal-hal kecil. Kadang, anak butuh waktu untuk merasa aman dulu sebelum akhirnya membuka diri. Tunjukkan bahwa rumah adalah tempat di mana ia boleh jujur — bahkan ketika perasaannya tidak selalu baik.

Kalau anak tetap menutup diri dalam waktu lama, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional. Konselor keluarga atau psikolog anak bisa menjadi jembatan komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak. Konseling bukan tanda kegagalan, justru bentuk kasih sayang — bahwa kita cukup peduli untuk mencari jalan terbaik bersama.

Setiap anak punya cara berbeda dalam menghadapi tekanan, dan setiap orang tua punya perjalanan belajar sendiri dalam memahami anaknya. Tidak ada hubungan yang sempurna, tapi selalu ada ruang untuk memperbaiki. Kadang, satu pelukan dan kalimat sederhana “Ayah/Ibu selalu ada di sini kalau kamu butuh bicara” bisa menjadi awal dari hubungan yang lebih hangat.

img
Penulis

Gildan

Seorang penulis yang fokus pada dunia anak dan parenting. Gemar berbagi tips pola asuh, edukasi anak, serta inspirasi keluarga yang penuh cinta