31 Januari 2026

Kabar Anak adalah Informasi Keluarga Bahagia, Parenting, Cerita Ibu dan Cerita Ayah

5 Cara Efektif Mengatasi Anak yang Sering Berbohong

5 Cara Efektif Mengatasi Anak yang Sering Berbohong Ilustrasi anak sedang menutup mulut,sumber foto : Suara Aisyiyah

Kabaranak.com-Kebiasaan berbohong merupakan perilaku yang sebaiknya tidak dibiarkan pada anak. Jika tidak ditangani sejak dini, perilaku ini bisa berkembang menjadi kebiasaan buruk lainnya. Untuk itu, penting bagi orang tua memahami apa penyebabnya dan bagaimana cara menanganinya dengan tepat.

Baca juga:Pendidikan Anak Lebih Dari Sekadar Sekolah - Kabar Anak

5 Cara Ampuh Mengatasi Anak yang Sering Berbohong

Setelah memahami penyebabnya, orang tua dapat mulai membantu anak belajar jujur melalui pendekatan yang lebih positif. Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan di rumah:

1. Ciptakan suasana yang aman bagi anak untuk bercerita

Anak sering berbohong karena takut dimarahi. Maka, penting bagi orang tua untuk menjadi tempat yang aman baginya. Dengarkan ceritanya terlebih dahulu tanpa langsung menghakimi. Ketika anak merasa diterima, ia akan lebih mudah berkata jujur.

2. Jelaskan pentingnya kejujuran dengan cara yang sederhana

Gunakan bahasa yang mudah dipahami anak. Jelaskan bahwa berkata jujur membantu orang lain percaya pada dirinya dan membuat hubungan menjadi lebih baik. Orang tua juga bisa menggunakan contoh situasi sehari-hari agar anak mudah memahami maknanya.

3. Beri contoh dengan selalu bersikap jujur

Anak meniru apa yang dilihat. Jika orang tua sering membuat alasan palsu atau berbohong kecil di depan anak, ia akan menganggap bahwa berbohong itu wajar. Usahakan tetap konsisten memberikan teladan kejujuran dalam berbagai situasi.

4. Hargai kejujuran, bukan hanya kesalahan yang dibuat

Saat anak mengakui kesalahannya, berikan apresiasi. Misalnya dengan kalimat, “Terima kasih sudah jujur, Bunda bangga.” Sikap positif seperti ini membuat anak merasa aman untuk mengakui kesalahan tanpa harus berbohong.

5. Buat aturan dan konsekuensi yang jelas

Anak perlu memahami bahwa berbohong memiliki konsekuensi, namun pastikan hukuman yang diberikan tetap mendidik. Misalnya, mengurangi waktu bermain atau memberi tugas tambahan. Yang terpenting, lakukan aturan ini secara konsisten agar anak memahami batasannya.

Menurut para ahli, kemampuan anak untuk memahami konsep kebohongan biasanya muncul sekitar usia 3 tahun. Memasuki usia 4–6 tahun, anak bahkan sudah bisa mengiringi kebohongan dengan ekspresi wajah dan nada bicara agar terdengar lebih meyakinkan.

Seiring bertambahnya usia, cara anak berbohong bisa menjadi lebih rumit karena ia mulai memahami lebih banyak kosakata dan situasi sosial. Bila kebiasaan ini muncul terus-menerus, orang tua perlu membantu anak memahami pentingnya kejujuran.

img
Penulis

Mutiara Sagita

Ibu muda sekaligus penulis yang percaya setiap anak unik. Menulis tentang parenting, kesehatan anak, dan cerita keluarga untuk menginspirasi orang tua.