Co-Parenting di Kalangan Artis Indonesia: Acha Septriasa & Gading Marten Tunjukkan Prioritas Anak
- byFikri
- 23 Oktober 2025
- 3 months ago
Co-Parenting di Kalangan Artis, Kebahagiaan Anak Jadi Tujuan Utama - Terbaru Acha Septriasa, Sumber: kapanlagi.com
Kabranak.com - Metode pengasuhan bersama setelah perpisahan, atau yang dikenal sebagai co-parenting, kini makin mendapat sorotan di kalangan publik figur Indonesia. Istilah ini menunjuk pada situasi di mana dua orang tua yang sudah tidak dalam hubungan romantis tetap bekerja sama demi tumbuh-kembang anak mereka.
Dalam artikel KapanLagi, disebutkan bahwa tujuan utama dari co-parenting adalah menjaga stabilitas emosional dan perkembangan anak, memastikan anak tetap mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tua tanpa harus berada dalam konflik.
Konsep ini mulai banyak dipilih oleh artis Indonesia yang usai bercerai namun ingin tetap menjaga kualitas pengasuhan bagi anak-anak mereka.
Acha Septriasa & Vicky Kharisma: Kompak Meski Berpisah
Salah satu contoh yang menarik adalah pasangan mantan suami-istri Acha Septriasa dan Vicky Kharisma. Meskipun keduanya resmi bercerai pada tahun 2025, mereka tetap kompak dalam mengurus putri mereka, Bridgia Kalina, bahkan menggunakan tagar #coparenting di media sosial sebagai simbol komitmen bersama. Acha Septriasa pun mengungkapkan apresiasinya kepada Vicky atas kerja sama dalam pengasuhan pasca-perceraian.
Baca juga: Peran Penting Orang Tua, 100 Hari Pertama Anak Di Sekolah
Gading Marten & Gisel: Tetap Jadi Tim untuk Gempi
Contoh lainnya adalah pasangan mantan suami ‐ istri Gisella Anastasia dan Gading Marten yang bercerai pada Januari 2019, namun tetap tampil kompak untuk putri mereka, Gempita Nora Marten. Mereka bahkan tertangkap momen liburan bersama ke Eropa sebagai keluarga pengasuhan bersama yang sehat.
Mengapa Co-Parenting Makin Diterima di Kalangan Selebriti?
Mengapa co-parenting makin dimungkinkan? Menurut artikel, lingkungan selebriti yang berada di sorotan publik memberi tekanan tersendiri jika konflik pengasuhan terus muncul. Dengan memilih co-parenting, para orang tua publik ingin menghadirkan pesan bahwa perpisahan tidak harus berarti permusuhan—sebaliknya, bisa menjadi peluang untuk bekerja sama demi anak.
Manfaat Co-Parenting Bagi Anak
Lebih jauh, ada sejumlah manfaat co-parenting bagi anak-anak yang orang tuanya memilih jalur ini:
- Anak merasa aman dan dicintai karena tetap mendapatkan waktu dan kasih sayang dari kedua orang tua.
- Tercipta stabilitas dan konsistensi dalam komunikasi dan aturan antara kedua pihak.
- Anak belajar mengelola emosi dengan lebih baik karena contoh orang tua yang mampu bekerja sama.
- Hubungan antara anak dengan kedua orang tua tetap kuat, tanpa anak harus memilih “sisi” satu pihak.
Tantangan Co-Parenting
Namun, tentu saja metode ini tidak tanpa tantangan. Artikel menggarisbawahi beberapa kendala yang kerap muncul:
- Gaya pengasuhan dan aturan di rumah masing-masing orang tua bisa berbeda, menyebabkan kebingungan bagi anak.
- Konflik atau komunikasi yang kurang lancar antara orang tua bisa berdampak negatif bagi anak.
- Penjadwalan yang bertentangan (misalnya pekerjaan orang tua yang sibuk) dapat menyulitkan pengaturan bersama.
- Co-parenting membutuhkan usaha ekstra dari kedua pihak untuk mengesampingkan ego pribadi dan fokus pada kebutuhan anak.
Pelajaran untuk Orang Tua Lain
Bagi para orang tua—termasuk yang bukan di kalangan selebriti—prinsip-prinsip yang muncul dalam contoh selebriti ini tetap relevan. Kunci utamanya adalah komunikasi terbuka, kesepakatan bersama (atau setidak-nya pemahaman bersama) terhadap aturan dan rutinitas anak, serta komitmen bahwa meskipun hubungan romantis sudah berakhir, tanggung jawab sebagai orang tua tetap berjalan bersama. Pilihan co-parenting bisa menjadi jalan yang baik apabila dilakukan dengan kesiapan emosional, refleksi terhadap kondisi anak, dan keberanian untuk menempatkan kebutuhan anak di atas konflik antara orang tua.
Sebagai penutup, artikel ini mengajak kita melihat bahwa perpisahan bukanlah akhir dari peran orang tua—melainkan transformasi peran. Konsep co-parenting di kalangan artis Indonesia menunjukkan bahwa meskipun hubungan pernikahan berakhir, cinta dan tanggung jawab terhadap anak tetap utuh. Dengan model ini, anak mendapatkan lingkungan pengasuhan yang lebih stabil dan penuh dukungan dari kedua orang tua, yang pada akhirnya berdampak positif pada kesejahteraan emosional dan perkembangan mereka.
Mau umroh oktober? Cek paketnya di Baitullah - Platform Ibadah Haji dan Umroh
Fikri
Content writer parenting yang menghadirkan berita, artikel, dan tips seputar anak, keluarga, serta pola asuh. Menulis dengan gaya informatif dan mudah dipahami.”
Artikel Lainnya
Mengapa Anak Harus Belajar Minta Maaf? Ini Penjelasan dan Caranya
- 05 Desember 2025
- 1 month ago


